April 13, 2020

Balasan bagi Pecinta Diam-diam



Pernahkah kamu terlanjur suka pada seseorang? Atau, lebih jauh kamu tidak bisa melihat selain dia di pelupuk pandang?

Hanya dia. Ya, cuma dia dan segala ronanya.

Namun, seakan kamu tak peduli. Terus mengamati dia, dari ujung lesung hingga telapak kaki. “Tidak salah, aku mengagumi dia,” pungkasmu.

Ironisnya, dia tak pernah tahu. Namun, bukan soal bagimu.

Dengan dalih ragu, atau pula alasan ‘memantaskan diri’ itu, kamu bersembunyi di balik kegelapan, tanpa pula tenggat waktu yang jelas ditentukan.

Dia terus seperti itu. Kamu pun merupa sama, sembari berharap di akhir kisah akan merupa bahagia.

Apa balasan terbaik untuk sang pencinta diam-diam?

Jawabnya kesedihan. Bukankah memang paling sedih, jika nyatanya dia juga menanti, tapi terlalu lama kecewa dan memilih pergi, sebab kamu masih merupa pecundang yang tak berani?

(IPM)

Idham PM | Sketsastra 2020
#Ilustrasi diunduh dari sini.

2 comments:

Anonymous said...

Kok jadi sedih ya bacanya

Anonymous said...

Ada yang diam-diam menyelipkan sebuah nama disetiap doanya, namun bisa jadi nama tersebut juga menyelipkan nama orang lain disetiap doanya

Followers