Kamu Tentangku

January 31, 2014



Aku

Aku lebih dulu menemukan sorotmu yang sayu. Tentu lebih awal aku, menangkap potret utuh lekukmu kala berjalan mengitari koridor. Aku tak sengaja menunggu kau lewat di antara barisan yang duduk mengintai bahan obrolan. Semua alami, hingga aku sadar, kamu, memang seseorang yang aku jatuhcintai.

Perkenalanku denganmu dimulai secara tidak sengaja. Kala itu hujan turun deras. Lepas. Membuat ranting kering terurai menuju tanah. Rintik itu basah, merayap menyusuri jalanan-jalanan kota. Kau terdiam tak hendak ke mana. Padahal hatimu, aku sangat yakin tengah gelisah. Lantas, merupa ksatria, aku menawarimu ‘jasa antar pulang’.
Read More

H e r

January 29, 2014




Theodore mengira kisah cinta bersama Catherine akan berlangsung selamanya. Setiap hari berbuah senyum, demi detik merupa kagum. Lengkung senyumnya, menyelinap di setiap mimpi. Membayangkan pemilik mata itu menari, sungguh Theodore tak kuasa menahan diri, ingin mendekap, tak mau melepas barang sejengkal.

Tak disadari, Theodore telah menemukan siapa empu dari sepasang hatinya. Tiada lain, Catherine, jelita yang gemar menghadiahkan tawa kepadanya. Namun, takdir sekali lagi memilih jalan lain untuk mereka. Catherine meninggalkan Theodore. Dua jiwa itu berpisah, selaksa tak saling kenal.
Read More

A Letter to Juliet

January 14, 2014



Claire menulis sepucuk surat untuk Juliet, menyimpannya dalam amplop, serta menanggalkan pada dinding sebuah bangunan di Verona. Claire, begitu mencintai Lorenzo. Hanya saja, memang cinta, selalu memiliki ‘kejutan’ terbesarnya.

Saat itu, Claire masih berusia 15 tahun, masih anak kemarin sore, yang berusaha mengerti apa makna sebuah rasa. Tulisan dalam kertas itu ialah ungkapan kekalutan diri. Namun, lembar itu hanya terselip, tak terbaca, lalu menua bersama usia.
Read More

Tidak Sengaja Jatuh Cinta

January 10, 2014




Aku tidak sengaja jatuh cinta. Aku tidak sengaja mencuri pandangmu dalam diam ketika aku bersama kamu. Dan, saat kamu balik melihat, aku tidak sengaja mengalihkan tatap mata sejauh-jauhnya, berharap kau tak deteksi sisi gelapku mengawasi.

Aku tidak sengaja merasa khawatir bilamana keberadaanmu denganku berbeda ruang dan waktu. Tentu, aku akan tidak sengaja mencari-cari lesungmu, yang sedari awal amat kukagumi.
Read More

Hadirmu, Bahagiaku

January 09, 2014



Untuk: Tya.

Apa yang kau suka dariku?
Tak tahu. Hanya saja hadirmu adalah bahagiaku, mendekatkan diriku pada Tuhanku.

Read More

Curhat Buat Sahabat

January 05, 2014




Genap roda besi keretaku mulai melaju. Dari pelan, hingga beberapa saat tak terkejar lagi. Mesin pendingin ruangan sudah menyala sedari tadi, tetapi baru terasa kini. Sejuk. Terlampau sejuk. Gigil kecil lahir, berawal jemari, lanjut ke rambut tipis di tengkuk kepala. “Ah, sudah tiba waktunya memakai jaket,” batinku.

Pemandangan di jendela lebar kereta malam sungguh membuat bosan. Tak ada apa pun. Terlagi, lajur yang dipilih masinis malam ini membelah belantara. Cukuplah bintang, juga bulan, yang menghias gelap.
Read More

Teman Delapan Jam

January 01, 2014




Tas ransel merah strip putih. Celana skinny jeans merk terkenal berbalut biru laut. Kaos polos berlengan tanggung karena tidak pendek, tapi juga tidak panjang. Dipadu jaket katun tosca pucat bertuliskan "C-A-M-B-R-I-D-G-E" yang hangat. Membungkus sosok yang menemaniku sekurang-kurangnya delapan jam perjalanan.

Siapakah sosok itu?
Read More

Followers