Akhir Mei

May 31, 2012

 
Mei-ku adalah Mei-Mu.

Di hari terbesarku Kau masih memberi napas. Setiap helah kurasa sungguh mengindahkan. Merangkaikan segala kisah menjadi halaman-halaman kehidupan. Setengah lebih kulukis dengan tinta hitam yang memekat dengan sengaja. Sebab aku yang menginginkan. Barangkali sejenak aku tertawa seakan telah menakluk setiap kuasa dunia. Namun, aku salah. Di atas usia pasti tumbuh sejengkal kesadaran. Dan sadar akan selalu berkarib dengan penyesalan. Sungguh, kalau diberi kesempatan mengulang hidup, takkan kusiakan menggapaimu atau mengabaikanmu. Ya. Memang tak salah jikalau hidup itu hanya tentang masalah memilih. Ketika kau menentu cerah hidupmu, hampir pasti kecewa tak kau renggut. Dan apabila kau sengaja atau tidak memeluk perlukaan ataupun kesalahan, boleh jadi damai dan tenang hanya tinggal kenangan.


Read More

Kisah Romantis



Tirai hidup mengembang, membentuk sebuah kiasan akan kata dan rasa. Setibanya di jalanan, kulihat Pelangi yang sedang tak berwarna. Entahlah. Pelangiku kini hanya tertoreh dua macam corak. Hitam pekat. Atau juga putih pucat. Terkadang Pelangi tersenyum dengan sungging paling istimewa, tapi tak ingin membagi dengan sesiapa. Padahal menurut cerita, setiap yang menangkap senyum Pelangi maka sisa hidupnya juga akan mewarni sebagaimana Pelangi. Namun, cerita memang seharusnya menjadi kisah saja. Tak perlu merenggut realita. 

Read More

Kronologi Pertemuan

May 26, 2012


Siapa yang mengira kita dipertemukan? Siapa pula yang menjaga setiap perjumpaan?

Jawabnya bukan aku. Barangkali kamu? Namun, kau juga tak mengiyakan, tak mengangguk memberi tanda setuju. Kukira setiap perjumpaan adalah murni telah diatur. Hingga setiap aral tak sanggup menghalang, tak mampu menghadang. Tapi, setiap kucari jawabnya, selalu saja berakhir dengan tanda tanya. Tak menemukan sebait alibi atasnya.

Dya, ingatkah kau? Ingatkah kau ketika kita dipertemukan di persimpangan jalan itu? Jalan yang lurusnya kukira tak berujung, hingga aku lelah mencari garis tepinya. Namun, siapa yang menyangka di antara lekuknya yang kian panjang kita dijumpakan. Tepat ketika aku berlalu membawa tinggi-tinggi langkahku, kau memanggil seraya menyapa dari kedekatan.
Read More

Apa itu Pernikahan?

May 21, 2012


Pada suatu hari, Senja bertanya pada gurunya, "Apa itu pernikahan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab, "Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali, terlagi menoleh dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan."

Read More

Bunga Tidur

May 20, 2012


KETIKA aku terpejam oleh gemerlap perpisahan atau juga manis perjumpaan, Bunga datang bersambang memeluk hati ini. Pelan. Sekejap. Sebab dia harus terburu pergi sebelum langit bersiap menyinari.

“Bunga, sampai jumpa...” kataku tipis bernada senyap.
***

SEBELUM perpisahan, pastilah penjumpaan senantiasa mengambang. Memindai segala kenangan yang harus dicetak hati-hati. Tidak pula seketika. Alasan berkata jikalau kau memberi warna lembarmu dengan sesuka, pasti, atau barang tentu pengakhiranmu akan di luar logika. Maka kau melukisnya dengan perlahan. Hidup ini memang terkadang selaksa sandiwara, selalu butuh ‘tukang naskah’ yang memilah bait-bait cerita.
Read More

Pilih Saja Aku

May 19, 2012


Ya. Tidak salah jikalau hidup adalah tentang masalah kebenaran memilih. Kau yang memilihnya dengan alasan tak masuk akal menurutku sebuah kesalahan. Entah bagimu. Memang kini kau masih menganggapnya tepat dan tak mungkin keliru. Namun, tiadakah waktu memberikan jaminan? Bukankah segala kebohongan adalah manis di depan terlagi busuk di belakang? Sebelumnya laksana anggun terasa wangi, Semua tertutupi. Dari mata, bibir, hingga telinga ialah terkunci sejati. Tetapi, ketika pintumu terkuak sedikit, pasti atau barang tentu semua akan berbalik. Saat tiba saat itu, akulah yang pertama melihatmu. Jadi Cinta, pilih saja aku...

Pilih Saja Aku
by Petra Sihombing

Cinta mengapa kau sengsara
Benci kumelihatnya
Dia itu siapa bisa membuatmu merana
Cinta apa kau tak bahagia
Sini denganku saja
Dia itu siapa aku ini lebih baik darinya 

Jauh dalam hatimu aku tahu
Engkau ingin ada orang yang selalu
Mencinta dan memelukmu setiap waktu
Kalau dia tak mampu pilih saja aku

Ini hatiku untukmu 
Percayalah padaku sayangku
Kalau dia tak mampu pilih saja aku
***
#Ilustrasi diunduh dari sini
Read More

Gak Kayak Mantanmu

 
Cinta itu tidak pernah membandingkan, tak pernah mempertentangkan. Ia ada ketika dua insan saling merasa. Sama-sama memakna hingga terciptalah sebuah kisah. Apabila kisah itu adil, barangkali tiada masalah yang mengambang pelan. Namun, cerita tak selalu mengguratkan kesamaan, terkadang yang menurutmu pantas adalah sama sekali tak layak. Yang dari anggapanmu anggun, juga tak mesti mensyairkan kesempurnaan. Pendapat ada dan benar hanya untuk masing-masing pemikiran. Tetapi ingat, ketika kau jatuh cinta, sesungguhnya logikamu buta, tak bisa melihat sesiapa. Hingga kau mengira jikalau semua tak lebih baik darimu. Mungkin saja salah, atau malah sepenuhnya benar. Menurutmu, Cinta?

Gak Kayak Mantanmu
by Marcello Tahitoe

Aku bukanlah orang yang punya harta berlimpah
Aku hanyalah orang yang biasa-biasa saja
Tapi aku selalu setia padamu
Dan aku selalu jujur kepadamu

Gak kayak mantanmu yang selalu menyakitimu
Gak pernah mau ngurusin kamu
Bohongin kamu, curangin kamu
Gak peduli perasaanmu

Aku bukan dia

Lupakan saja semua janji-janji manisnya
Hilangkan saja semua kenangan bersamanya
Kini ada aku yang setia padamu
Kini ada aku yang cinta padamu

Mengapa kau masih terbayang olehnya
Sampai kapan aku menunggumu
***
#Ilustrasi diunduh dari sini
Read More

10 Nasihat Einstein

May 15, 2012


Apa saja nasihat bijak Einstein?

1. Buntuti terus rasa ingin tahu Anda

“Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.”

 
2. Tekun itu tak ternilai

“Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah.”

Ada ungkapan bagus popular di kalangan pegawai pos, ‘selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan’. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

Read More

Terlalu Indah

May 13, 2012


Ketika kau memutuskan untuk mencintai, persiapkan pula apabila kasih melepaskanmu. Sebab sekat antara kebahagian dan kesedihan sungguh sangat tipis. Tak terlihat. Terkadang pula kau tak menyadari jikalau senangmu akan berujung tangis. Atau malah air mata yang biarkan tercecer satu per satu akan dibayar lunas oleh kenangan terindah. Semua tak kau ketahui, tak jua aku. Sejatinya kita hanya menyiapkan, serta menjalankan. Apakah manis atau pahit yang digenggam, sungguh tak bisa kumelawan jalan suratan. Kau ada saat aku memimpimu. Dan kau tiada ketika aku memejamkanmu...

Terlalu Indah
By The Rain

Kita harus menerima bahwa
Memang tak ada kisah yang bisa sempurna
Seperti yang selalu diimpikan
Dan mimpi tak selalu jadi kenyataan
 
Ada awal dan ada akhirnya
Yang mungkin tak dapat terurai semua
Ada duka, ada bahagia
Yang mungkin tak akan pernah terlupa
Dan hatiku berkata

Selamat jalan kekasih
Manis yang berujung perih
Kisah yang sungguh terlalu indah
Kini semua berakhir sudah

Selamat jalan kekasih
Walau teramat sangat perih
Namun aku pasti coba
Untuk jalani ini semua
***
#Ilustrasi diunduh dari sini
Read More

Tepi Sebuah Surat

May 10, 2012


Aku adalah Tulisan.

Senja kali ini seharusnya dieja dengan seksama. Dengan hati-hati agar merahnya semerbak di tengah, tidak terurai ke lain sisi yang mengisahkan kesedihan. Perlahan menghampiri, titik demi titik lekuknya. Kusurutkan menyerupai senyuman guna memudarkan isak pelan yang memanggut harapan tak sampai. Harap yang mengenang seorang prameswari bersama sekian halaman kesenjangan.

Kutitipkan nada ini bersama lentik jemarimu. Genggamlah erat sekuat nadimu. Sedaya otot-ototmu yang mengindahkan. Dalam sepi, kau yang kuagungkan. Kungiangkan bak mengejar rantai alunan lagu. Lagu yang sajak serta rimanya adalah sumbang, senantiasa tak sama. Terkadang berakhir konsonan, tapi lebih banyak terhenti oleh vokal kesenyapan.
Read More

Sepasang Mata Mawar

May 08, 2012


“Satu...dua...tiga...!” teriakku memberikan kode untuk memotret.

“Maaf...maaf, Tuan.”

Kau yang tak sengaja lewat di depan kami, masuk secara utuh ke dalam bingkai kamera. Aku sebenarnya tak melihatmu, tak juga memperhatikan.
Read More

Followers