Petikan dalam Rectoverso

January 31, 2013



Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun, orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. 
Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi.
Dengarkah kamu? Aku ada. Aku masih ada. Aku selalu ada. Rasakan aku, sebut namaku seperti mantra yang meruncing menuju satu titik untuk kemudian melebur, meluber, dan melebar. Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.

(Rectoverso, Dee)


#Ilustrasi diunduh dari sini
Read More

Kecewa yang Dibagikan Cuma-cuma

January 28, 2013



IBU, maafkan aku telah mengecewakanmu. Kau tahu, beribu doa murni nun tulusmu telah aku ubah menjadi dosa yang tak terampuni. Kau panjatkan perihal terbaik dan sempurna dalam berlarik kalimat untuk anakmu, tapi apa balasannya? Memikirkan kesenangan diri sendiri adalah jawabnya. Tak sering dalam setiap tangismu, ada rautku yang tertawa terbahak-bahak. Aku pun enggan tertegun menatapmu tajam. Kubiarkan semua seperti ini, hingga nanti, hatiku kian berkarat dan tak berpendar lagi.
 
Tidak! Ini bukanlah untaian untuk menyalahkanmu. Tiada pula penyesalan tentang bagaimana Tuhan menghadiahkanku kau. Dan maaf, aku tak pernah mencium wangi telapak kakimu yang kata kalian sanggup membawa kita menuju nirwana. Namun, sebenarnya apa itu nirwana? Pernahkah kau berkunjung ke sana? Tiada yang menjawab, hanya membayangkan itu benar adanya. Oh, dan kita percaya.
***

AKU lupa. Aku tak ingat jikalau Ayah telah pergi ke sana bertahun lalu. Tanpa pamit. Tanpa pula berkirim surat sesampainya di sana. Namun, aku tak berani meminta Ayah untuk bercerita. Sebab, Ayah pasti di sana sedang menangis tersedu menatapku. Hingga air matanya tak lagi bening, melainkan semerah darah yang kental beraroma nanah. Maafkan aku, Ayah.

Read More

Oleh-oleh ROAD TO ENTREPRENEUR Series Seminar

January 26, 2013



ADA yang berbeda di Cahaya Garuda Convention Hall, Giant Pasteur Bandung Sabtu pagi, 26 Januari 2013 ini. Biasanya, saat pagi lokasi masih sepi tiada berpenghuni. Namun, bersebab ada acara ROAD TO ENTREPRENEUR Series Seminar – BUKA-BUKAAN BARENG ENTREPRENEUR yang diadakan oleh KMSBM-ITB, tempat ini kian sesak sejak open gate dibuka pukul 09.00 tepat. Banyak sekali yang datang, diperkirakan mencapai 800 peserta dengan rincian: siswa SMA, mahasiswa, pengusaha muda, serta tokoh masyarakat yang tertarik dengan dunia kewirausahaan.
Read More

The Greatest Need Maker


Love is the greatest need maker.
A love that grows from need is never greater than the need that grows out of love.
If you love, you will need, then you will demand, and then you can not live without love. For indeed, love is the greatest need.
(Mario Teguh)
#Ilustrasi diunduh dari sini
Read More

About Luck

January 25, 2013


Luck doesn’t come to the people who only wish for luck.
Luck favors more he who is too busy to worry about luck.
(Mario Teguh)
#Ilustrasi diunduh dari sini
Read More

Forrest Gump

January 22, 2013



Life is like a box of chocolates, you never know what you're gonna get. And in the life, you've got to put the past behind you before you can move on.
(Forrest Gump)
#Ilustrasi diunduh dari sini
Read More

A Walk to Remember

January 21, 2013



Love is always patient and kind. It is never jealous. 
Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful. 
Love takes no pleasure in other people's sins but delights in the truth. It is always ready to excuse, to trust, to hope, and to endure whatever comes.

(Nicholas Sparks, A Walk to Remember)

#Ilustrasi diunduh dari sini
Read More

Followers