Senja Milik Noor

March 31, 2014




Noor tidak menyangka akan seperti ini jadinya. Bayang wajah terdahulu masih saja menggantung menggoda. Tatap itu meminta, sembari merayu untuk selalu diberi perhatian. Awalnya sebentar, akan tetapi, semakin hari, sorot matanya terus saja bergelayut membebani pandang. Noor tak berdaya menahan.

“Past is a nice place to visit, but certainly not a good place to stay,” katanya. Namun, tindakan Noor sama sekali tak mencerminkan hal itu. Dia masih terngiang memoria indah saat lampau. Lelaki beralis tebal, berhidung mancung, dan sebaya, berkuasa dalam alam pikirannya. Dia tak tahu bagaimana cara melepaskan, seperti yang dilakukan lelakinya.
***

Noor menyebut lelaki itu: Senja. Tentu bukan nama sebenarnya, sebab hingga kini, Noor ingin sekali melupa. Berusaha keras dia menghapus laras namanya, atau melakukan cara lain untuk berkelit dengan mengganti asma merupa Senja.

Read More

Itu Saja...

March 30, 2014




Namanya, Evin. Itu saja...

Ada yang berbeda di balik kacamata dengan frame hitam miliknya. Ada sepasang mata yang bersinar tak seperti biasa. Hari ini, genap sebulan aku menjajikan untuk menggurat namanya dalam cerita. Bukan maksudku menunda melukismu, hanya saja aku, hingga kini masih meragu.

Aku begitu takut apabila harapmu akan goresan pena ini tak seindah angan-angan. Maka, wajibku sangat giat menyiapkan. Beberapa hal di dunia ini terkadang sempurna apabila tercipta tak sama. Seringkali yang berseberang justru teramat dicari.

Pelan saja, aku berkisah mengenai dirimu. Pesanku, jangan berhenti membaca sebelum kaulumat habis keseluruhan lariknya...
***

Setiap insan terwujud unik, tak pernah ada yang persis sama. Setiap pikir mengalir ke muara, entah melalui jalan tersingkat, atau berputar-putar dahulu sebelum sampai. Beberapa lelah saat tujuan sudah dekat di pelupuk mata. Beberapa lain terus melaju, tanpa pernah tahu sebenarnya apa maksud ketika sampai pada yang dituju.

Read More

Hitam Merah Hidup

March 29, 2014



Seseorang yang datang, selalu membawa kabar dan menorehkan cerita. Seperti dia, Ayah, dengan gigih memberikan semua makna yang ia punya. Seluruhnya dititipkan padaku, yang waktu itu masih berusia belasan.

Ayah tahu benar bagaimana menjadi lelaki. Darinya, aku mendapat beberapa rahasia hidup perihal tanggung jawab dan bekerja keras. Aku sebegitu berterima kasih kepadanya, hingga saat ia mengutusku untuk mengantarnya ke Stasiun Gubeng Surabaya, aku tak menolak. Aku turuti, hingga bayangan Ayah hilang bersama bunyi klakson kereta.

Namun, sungguh bukan Ayah apabila tidak menitipkan kejutan. Benar saja, di esok siang yang terik, Ibu mengutus seseorang untuk menjemputku pulang bersama adik. “Ada apa?” batinku. Dan, sesap itu terjawab ketika tenda ditambah beberapa bendera silang dikibarkan di pelataran rumah. “Siapa yang tiada?” air mataku bertanya.
Read More

Lebih Kurang

March 25, 2014




“Aku tidak berusaha lebih baik dari orang lain. Aku berusaha lebih baik dari diriku yang dulu,” Pidi Baiq.

Ini kalimat ‘penyentil’, sekaligus penyemangat. Betapa tidak, sedari lama, aku terlalu membandingkan kemampuan pribadi dengan milik seseorang. Bahkan, ketika yang lain merasa bahwa melakukan suatu hal adalah mudah, akan tetapi tidak bagiku, maka aku akan mengutuk diri.

“Kalau dia bisa, mengapa aku tidak?” Frasa ini menyeruak, membangkitkan asa, juga menambah beban untuk memperjuangkan sesuatu yang amat berat dirasa. Mati-matian aku berusaha menyalip, tapi apa daya, selalu belum berhasil.

Namun, lambat-laun dalam sunyi, ada hal yang belum kupahami. “Seseorang ahli pada bidangnya masing-masing.” Jadi, untuk apa stress? Untuk apa merasa kecil, ketika ada seorang lain bisa melakukan sesuatu yang bukan bidangmu? Untuk apa merutuk diri agar bisa melampaui hal itu?

Ini aku, dengan segala keterbatasanku... juga kelebihanku.

Sebagai pembicara acara "Pelatihan Jurnalistik bersama Natgeo"

Sebagai moderator acara "Talkshow OKTAN ITB"

Sebagai Juara 1 Lomba Menulis Inspiratif Bidik Misi ITB

Read More

Personality Test: Choose Your Color

March 16, 2014






Let’s choose the colors and shapes and they will tell you more about your personality!
Relax, look at the pictures and see which you are most attracted to. The result shows below.

Read More

Air Putih

March 15, 2014





Tenanglah, tak perlu kau gundah akan pertemanan kita. Aku tidak pernah berniat menodai apa yang kausebut persahabatan. Dua orang yang dipertemukan untuk berbagi, baik cerita, tawa, suka, ataupun nestapa. Namun, tanpa bait cinta. Tanpa warna merah muda khas asmara.

Tentu aku tak mampu untuk tiba-tiba menghampirimu, mengajakmu duduk barang sejenak, dan bercerita tentang perasaan. Kau juga pasti bergumam dalam diam, terkejut, menerka-nerka perihal sebenarnya apa maksudku mengungkapkan rasa.

Tidak selugu itu aku memilih cara untuk mencintaimu. Aku menyukai keindahan, garis-garis artistik, frasa-frasa magis: tentang malam, bunga, senja, rembulan, hujan, air mata, juga kamu. Mengapa harus ‘kamu’ yang terlampir di sana?

Terlampau berhati-hati aku memandangimu dari dekat. Sejak keakraban kita menanjak, mewujud ruang kecil berdua untuk saling berkisah, aku perlahan memberi jarak. Tak bertujuan lain, hanya agar kau tak curiga.

Read More

Layang-layang dan Benang

March 13, 2014


“Kau tahu, Putriku, laki-laki adalah layang-layang, sementara perempuan ialah benang. Tanpa perempuan, laki-laki tidak akan menjadi apa-apa. Di balik ketinggian atau kesuksesan laki-laki, selalu ada perempuan di baliknya.”

“Putriku, jadilah benang yang berkualitas terbaik. Buatlah layang-layangmu kelak terbang setinggi-tingginya. Tak mengapa, karena setinggi apapun ia terbang, ia selalu terikat olehmu dan bergantung denganmu. Jagalah ia agar tidak putus dan hilang arah. Ingatlah bahwa layang-layang selalu ingin terbang tinggi.”

(Kurniawan Gunadi)
Read More

Diam, Lalu Buktikan!

March 10, 2014





Semakin banyak berbicara, semakin berbusa. Adalah diam tetapi berisi, jauh lebih baik daripada nyaring tanpa arti. Wanita tak menginginkan itu. Tak sudih dia menghadap barang janji-janji hampa. Seluruhnya diharap mewujud nyata.

Aku yang sedari dulu mendambakannya takkan membuang peluang sia-sia. Sebelah dariku sangat optimis meraih segalanya. Namun, setengah yang lain gemar meragu, menggerutu, mengeluh, serta menyatakan jikalau aku tak mampu.

Dapat atau tak dapat tetap harus dicoba, bukan? Akan tetapi tiada seorang pun akan menilai dari proses. Semua melihat hasil akhir. Jikalau itu yang terjadi, biarlah aku mencobanya sekali lagi. Hingga lelah. Hingga tergadai seluruh tenaga. Hingga Tuhan bosan dan berkata, “Jadilah...”

Aku masih berusaha merupa semua mimpimu mewujud nyata. Berkoper buku cerita, berlarik majalah, juga literatur sejarah barangkali sebagian kecil dari usaha. Semoga terkejar sebelum tenggat waktu darimu tercecar.

Tuhan, ini aku, hamba-Mu, tengah menantikan anggukan dari-Mu. Bantu aku...

Read More

Hanya Rencana

March 05, 2014


Kamu berada di sana sendirian. Temanmu, cukuplah sebuah buku tebal tanpa gambar. Sarat tulisan, kertas berwarna lapuk kekuningan, tapi kamu tetap suka membacanya. Pernah kamu bilang bahwa buku-buku lama memiliki 'tarikan' kuat untuk terus dijamah. Namun, kala itu aku tak membantah, biarlah senyum itu mengembang kala kamu bercerita.

Sudah hampir setahun sejak pertemuan kita kali pertama. Banyak warna yang tampak kian berubah. Beragam hal menyeruak, mulai tabiat teman-teman yang gamang, Anton dan Desi yang ternyata diam-diam saling suka, Ramon dan Budi yang berebut mendapatkan perhatian Karra, hingga kita.

Ada yang berbeda pada kita. Atau, lebih tepatnya padaku, ketika menyaput ronamu. Entahlah, setiap namamu disebut oleh yang lain, tetiba telingaku melebar ingin tahu. Perhatianku tercurah hanya pada sosok anggun mewujud kamu. Ya, kamu, bukan yang lain.

Aku lupa tepatnya telah berapa kali memberi sinyal padamu akan rasaku. Lewat pesan singkat pengingat doa sebelum tidur. Ajakan makan siang berdua di kantin. Payung yang kupegang kala hujan deras menghujam, meski kamu tak tahu jikalau setengah tubuhku basah akibat naungan yang terlampau kecil. "Aku tak mau kamu sakit, maka kamu tak boleh terkena hujan," alibiku sepulang mengantarmu.

Read More

Followers