Nona Manis dalam Bus Kota

April 20, 2013



Tabrak aku, wahai bus kota! Aku ingin merasakan mati, dengan memori yang bersimbah darah dan luka!

KLAKSON bus kotamu berbunyi berkali-kali. Supirnya mabuk, sering menyela para pemakai jalan lain yang berjalan rapi. Kau, terus memegangi tangkai bangku di depanmu. Erat. Demi detik menjauh, semakin enggan kau melepas ragu. Raihmu melemah, tak tahan lagi. Untuk akhirnya kau menyerah, turun dari bus sialan itu, bersama ibumu.

"Kiri Pak! Kiri!" teriak ibumu kencang.
Read More

Harimu: Untuk Berbahagia

April 06, 2013



Hari ini tepat pukul 00.01 ketika larik tak bermajas ini diretas. Selamat pagi! Adakah kau, Dya, bergumam di antara pagi yang temaram? Aih, tak perlu kau berpikir dua kali untuk berbahagia hari ini. Sebab tawa, atau juga derita ialah sepaket kado yang takkan terpisah. Barangkali kau menyadari, saat tawa erat kau retas, boleh jadi derita lamat-lamat kau gamit pekat. Dan itulah hidup, selaksa lakon untuk sesiapa yang pemberani.

Dya, kau tahu siapa itu pemberani?
Read More

Followers