April 24, 2020

Larik Kisah




Perlihatkanlah…

Jarang sekali aku memajang potretmu utuh dalam bingkai di muka umum. Tak bersebab apa. Tidak pula menyimpan motif tersembunyi di ujung sana.

“Aku hanya ingin kita eksklusif…”

Dalam anganku, setiap jalan cerita dari dua insan adalah sangat pribadi. Kamu dan dia, bisa saja berbuat segila mungkin dalam tiraimu. Namun, tidak untuk dibagi ke yang lain.

Apa yang kamu rasa, takkan menarik apabila diterima pula oleh manusia lain yang bermata. Aku hanya untukmu, dan begitu jua sebaliknya.

Namun, lambat sudah sukmaku memahami. Pengakuan, dalam bentuk sekecil apapun, entah mewujud gores kenangan, album suara, ukiran nama, serta barangkali serupa tulisan, nyatanya sangat berarti. Teori, terkadang tak cukup membantu lagi.

Tentu, aku pernah sesekali menarik magnet perhatian dengan memanggilmu, “Nyonya, atau pula Ibu Negara,” tapi selalu alpha kumenangkap respon tersirat dan tersuratmu.

Kini, biarlah beberapa larik kisah kubuatkan khusus untukmu. Aku ingin tahu. Atau, sangat ingin lebih tepatnya, melihat dan memerhati gerikmu: Tersipu, terganggu, atau justru terharu?

Perlihatkanlah…
(IPM)

Idham PM | Sketsastra 2020
#Ilustrasi diunduh dari sini.

2 comments:

Anonymous said...

Penasaran ini nulis untuk siapa, kaya beneran

Anonymous said...

Ya untuk ibu negara atau nyonya lah :)

Followers