May 26, 2020

Teman Bicara




Berbicara denganmu tak pernah semengalir ini…

Tentu, bukan momen kemarin saja aku merasakan hal yang serupa. Kali lain, termenung sanggup aku dibuatmu. Magis macam apa yang kuasa menyulapku untuk merapat, berhenti dari segala penat, dan akhirnya bercerita.

Dunia sedang sakit, pungkasmu membuka pintu. Namun, kita harus tetap sehat, sergahmu.

Di saat segala sesuatu berawal dan berakhir di rumah, rekan berkisah, tampaknya sangatlah mewah kehadirannya. Walau topik tak banyak berarti, tapi menumpahkan segala isi kepala, bisa jadi merupa candu dan penyembuh.

Candu, sebab merupa tagih. Penyembuh, karena mewujud pelipur sepi.


Pernah satu waktu kamu menyeduh teh. Celupnya kamu taksir perlahan-lahan, membuatnya pekat dan khidmat. Cangkir lempung itu, beradu aroma dengan uap dari air panasmu. Kulihat dari layar gawaiku, setiap barang semenit kamu tiup seduhannya, sebelum kembali diseruput hingga tak bersisa.

Reka video call macam itu, seringkali tercipta di akhir malam. Sembari mengeluh akan WFH yang nyatanya jauh lebih lelah, dibumbui luap umpatan khas milenia, hingga berujung dengan scene tertawa bersama. Kelucuan paling hakiki, katamu, saat kita sanggup membercandai diri sendiri.

Berbicara denganmu tak pernah semengalir ini, barangkali hal itu yang perlahan mulai kusyukuri…
(IPM)

Idham PM | Sketsastra 2020
#Ilustrasi diunduh dari satu, dua.

1 comments:

Anonymous said...

Relate banget sama sikon sekarang

Followers